Pembuatan Taman Toga

Administrator 14 Oktober 2021 08:48:34 WIB

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kebudayaan khas yang sarat dengan nilai-nilai luhur diantaranya budaya minum jamu, dan DIY mempunyai kekayaan khasanah ramuan (jamu, minuman tradisional) yang khas di Jogja. Warisan ramuan jamu dari lingkungan Kasultanan Yogyakarta sekurang kurangnya ada 31 jenis jamu.  Jamu telah dikenal sejak zaman dahulu sampai sekarang oleh masyarakat DIY. Kata jamu telah dikenal oleh masyarakat yang telah mengalami perkembangan sosial ekonomi dan pendidikan. Dengan masyarakat yang sehat, maka  dapat terwujud kesejahteraan masyarakat. Upaya pelestarian budaya tersebut dilakukan dalam lingkup pengkajian kearifan lokal DIY melalui aspek budaya masyarakat yang kaya akan nilai-nilai filosofis di bidang jamu dan herbal. Animo masyarakat dalam hal pemanfaatan jamu dan ramuan herbal masih cukup tinggi di DIY. Ada beberapa ramuan herbal khas Jogja yang selama ini banyak diproduksi berdasar warisan leluhur dan bersifat turun temurun.

melihat kondisi tersebut, obat tradisional ditampilkan sebagai salah satu pengobatan alternatif yang sangat penting artinya, khususnya untuk penanganan/pelayanan kesehatan primer (PKP), baik sebagai obat preventif maupun sebagai pengobatan (kuratif). Taman obat merupakan salah satu unsur penting dalam upaya pelaksanakan pengendalian kesehatan. Taman obat sudah dikenal sejak dahulu dalam pengobatan tradisional, namun penggunaannya sebagai bahan baku utama belum dimanfaatkan secara optimal, sedangkan upaya yang telah dilakukan masih tertuju kepada khasiat dan kegunaanya saja.

Sebuah terobosan besar yang dilakukan Dusun Puluhan Kidul Kalurahan Trimurti Kapanewon Srandakan yang tengah melakukan pembuatan taman toga yang didanai langsung oleh dana keistimewaan DIY. Dengan pembuatan taman toga ini bertujuan untuk melindungi dan meningkatkan derajat kesehatan, kesejahteraan masyarakat, serta melestarikan kekayaan hayati alam Indonesia melalui obat atau tanaman berkhasiat obat disekitar kita.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 

Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License