Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)

Administrator 18 Februari 2021 10:35:14 WIB

Pada saat masuk musim penghujan, kita perlu waspada terhadap penyakit atau masalah kesehatan yang timbul pada saat musim penghujan yang tidak bisa dianggap sepele, misalnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Jumlah penderita penyakit DBD kembali meningkat dengan mulainya musim penghujan seperti ini.

DBD merupakan penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes albopictus.

Beberapa tanda dan gejala orang yang terkena DBD antara lain seperti demam / panas tinggi yang berlangsung 5-7 hari dengan gambaran panas seperti pelana kuda (naik – turun – naik), mual, muntah, nyeri otot, tulang atau sendi, timbul bintik-bintik merah pada kulit, sakit kepala berat, penurunan jumlah sel darah putih, penurunan trombosit, kadang terjadi pendarahan, dan apabila penyakit DBD berlanjut terus sehingga penderita menjadi shock dan kesadaran menurun, maka keadaan inilah yang sangat berbahaya dan sering menimbulkan kematian.

Beberapa langkah-langkah pencegahan terjadinya DBD dengan 3M PLUS, yaitu menguras tempat penampungan / penyimpanan air dengan rutin, menutup semua wadah / tempat penampungan air, dan membuang atau mengubur barang bekas di sekitar rumah yang dapat menampung air. Sedangkan PLUSnya, kita bisa lakukan dengan menghindari gigitan nyamuk terutama pada pagi dan sore hari, pemasangan kelambu anti nyamuk, menggunakan anti nyamuk oles, memelihara ikan pemakan jentik, fogging / pengasapan, membersihkan rumah secara rutin, tidak membiarkan baju atau pakaian menggantung terlalu lama. Dengan memberantas tempat bersarangnya nyamuk dan jentik-jentik nyamuk kita dapat  meminimalisir adanya nyamuk pembawa virus dengue.

Komentar atas Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 

Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License